Perilaku konsumen sangatlah penting bagi perusahaan untuk terus memproduksi barang yang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, pendapatan yang didapat oleh perusahaan akan berjalan dengan stabil. Barang yang saat ini sangat banyak peminatnya terutama bagi kaum perempuan adalah produk kosmetik. Setiap wanita sangat membutuhkan kosmetik untuk menunjang penampilannya agar terlihat lebih menarik. Selain itu adapula karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan wanita menggunakan kosmetik. Maka dari itu, kosmetik dengan berbagai merk dan fungsi kegunaannya sangat bermcam-macam hingga harga yang ditawarkannyapun bervariasi sesuai dengan kualitas dari setiap produk. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapatkan oleh peneliti terdahulu, kemudian data-data ini nantinya akan dianalisis dan memberikan kesimpulan dari data yang didapat.
Artikel yang ditulis Global Business Guide menyatakan bahwa di Indonesia, pertumbuhan volume penjualan industri kosmetik didongkrak oleh permintaan yang meninggi dari kelas menengah. Populasi perempuan Indonesia sebagai pengguna kosmetik kini telah mencapai 126,8 juta orang. Snapcart kemudian memberikan analisa data pembelian kosmetik pada perempuan di Indonesia. ata tersebut didapat dari sampel yang dibagi ke dalam dua kelompok Sosial Ekonomi Status (SES), yaitu A&B dan C&D. Sampel juga dibagi berdasarkan lokasi, yaitu lima kota besar dan kota lainnya selain lima kota besar. Adapun lima kota besar yang termasuk di dalam data ini adalah Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, dan Makassar. Sedangkan kota selain daripada lima kota tersebut dikelompokkan sebagai kota lainnya.
Riset ini dibuat berdasarkan hasil analisa pada 2.442 struk belanja perempuan milenial dengan rentang usia 25 hingga 34 tahun yang diambil pada Januari hingga September 2016. Pertama, penjualan tata rias di 5 kota besar didominasi oleh perempuan milenial dengan SES A&B. Sebaliknya, penjualan tata rias di kota lainnya didominasi SES C&D (lihat Grafik 1).
(Grafik 1 )
Kedua, riset ini juga mengungkapkan di mana saja biasanya perempuan membeli berbagai riasan wajah. Data Snapcart menunjukkan, perempuan milenial baik SES A&B maupun C&D paling banyak membeli kosmetik di ritel minimarket (lihat grafik 2).
menurut Snapcart, kosmetik merupakan produk dengan tingkat immediacyyang tinggi. Sehingga, perempuan akan membeli produk kosmetik di tempat terdekat dan mudah dijangkau dari tempat mereka tinggal.
Ketika penjualan kosmetik dibagi menjadi kategori seperti grafik di atas, hasilnya menunjukkan bahwa produk dekoratif seperti riasan mata (eye cosmetics) dan lipstik memiliki persentase yang lebih tinggi untuk SES C&D di kota lainnya dibandingkan SES A&B di lokasi yang sama.
Sementara itu, di 5 kota besar, persentase penjualan kosmetik untuk seluruh kategori masih didominasi oleh SES A&B.
(Grafik 2)
Ketiga, jika diperinci lebih dalam berdasarkan kategori kosmetik yang dijual di berbagai format ritel (lihat grafik 3), nampak bahwa face moisturizer atau pelembab wajah memiliki share tertinggi dalam penjualan kosmetik di seluruh format, baik hipermarket/supermarket atau minimarket.
Posisi berikutnya adalah bedak wajah, diikuti selanjutnya oleh lipstik dan perias mata. Dari data ini, semua perempuan milenial, baik SES A&B ataupun C&D membeli pelembab wajah dan bedak wajah di semua format ritel.
Namun, hal yang sama tidak muncul pada kategori riasan mata dan lipstik. Nampaknya, perempuan kelas A atau B enggan membeli lipstik dan riasan mata di supermarket atau minimarket. Ini mungkin disebabkan karena mereka cenderung membeli produk kategori tersebut di department store atau specialty store.
Namun, hal yang sama tidak muncul pada kategori riasan mata dan lipstik. Nampaknya, perempuan kelas A atau B enggan membeli lipstik dan riasan mata di supermarket atau minimarket. Ini mungkin disebabkan karena mereka cenderung membeli produk kategori tersebut di department store atau specialty store.
Untuk perempuan milenial SES C&D juga cenderung membeli lipstik dan riasan mata di ritel lainnya di luar supermarket dan minimaraket. Mereka kemungkinan membeli produk itu di toko obat atau pengecer independen.
(Grafik 3)




Komentar
Posting Komentar